Senin, 13 Juli 2015

PROFESI, KODE ETIK DAN PROFESIONALISME


  1. Profesi

Profesi merupakan suatu lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Tiga Ciri Utama Profesi
  • Sebuah profesi mensyaratkan  pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi
  • Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan
  • Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat.


Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
  • Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  • Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
  • Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Etika terbagi atas 2 bidang besar
  1. Etika umum : Prinsip dan Moral
  2. Etika khusus : Individu dan Sosial


Kode Etik
Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.
Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Sifat Kode Etik Profesional
Sifat dan orientasi kode etik hendaknya:
1.  Singkat;
2.  Sederhana;
3.  Jelas dan Konsisten;
4.  Masuk Akal;
5.  Dapat Diterima;
6.  Praktis dan Dapat Dilaksanakan;
7.  Komprehensif dan Lengkap, dan
8.  Positif dalam Formulasinya.

Orientasi Kode Etik hendaknya ditujukan kepada:
1.  Rekan,
2.  Profesi,
3.  Badan,
4.  Nasabah/Pemakai,
5.  Negara, dan
6.  Masyarakat.

Profesionalisme

Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat, berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongankepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto, 1999).

Tiga Watak Kerja Profesionalisme
  1. kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil
  2. kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat
  3. kerja seorang profesional –diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral– harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di dalam sebuah organisasi profesi.

Menurut Harris [1995] ruang gerak seorang profesional ini akan diatur melalui etika profesi yang distandarkan dalam bentuk kode etik profesi. Pelanggaran terhadap kode etik profesi bisa dalam berbagai bentuk, meskipun dalam praktek yang umum dijumpai akan mencakup dua kasus utama, yaitu:
  1. Pelanggaran terhadap perbuatan yang tidak mencerminkan respek terhadap nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh profesi itu. Memperdagangkan jasa atau membeda-bedakan pelayanan jasa atas dasar keinginan untuk mendapatkan keuntungan uang yang berkelebihan ataupun kekuasaan merupakan perbuatan yang sering dianggap melanggar kode etik profesi
  2. Pelanggaran terhadap perbuatan pelayanan jasa profesi yang kurang mencerminkan kualitas keahlian yang sulit atau kurang dapat dipertanggung-jawabkan menurut standar maupun kriteria profesional.


Sumber :

Minggu, 12 Juli 2015

Hubungan Etika, Moral, Nilai, dan Norma



Sebagai suatu perilaku yang dilakukan dalam sehari-hari seharusnya kita mengerti perilaku yang telah kita buat agar dapat dinilai baik di mata masyarakat. Sebelumnya saya akan membahas pengertian dari etika, moralitas, nilai dan norma. 

  1. ETIKA 
Dalam kehidupan sehari-hari etika sangat penting dalam berkomunikasi karena menyangkut perasaan dan harga diri seseorang. Oleh karena itu kita diharapkan dapat memahami makna etika itu sendiri. Etika berasal dari kata Yunani ethos, yang berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan”. Dalam pengertian ini etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain.

     2.  MORALITAS

Dilihat dari pengertian etika diatas, etika hampir sama dengan pengertian moralitas. Moralitas berasal dari kata Latin mos, yang berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan”. Arti secara harafiah yaitu etika dan moralitas sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah di institusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana baiknya sebuah kebiasaan. Etika dan moralitas memberi petunjuk konkret tentang bagaimana manusia harus hidup secara baik sebagai manusia begitu saja, kendati petunjuk konkret itu bisa disalurkan melalui dan bersumber dari agama dan kebudayaan tertentu.

   3.  NILAI

Nilai adalah kemampuan untuk percaya yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Di dalam nilai itu sendiri terdapat cita-cita, harapan-harapan, dambaan-dambaan dan keharusan.



    4.  NORMA

Di dalam kehidupan terdapat banyak norma yang berfungsi untuk memberikan pedoman bagaimana harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita. Secara umum norma dibedakan menjadi 2 macam, yaitu norma khusus dan norma umum.
Norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya olahraga, aturan pendidikan, aturab disekolah, dan sebagainya.
Norma Umum lebih bersifat umumdan sampai tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal. Norma umum dibedakan menjadi 3, yaitu norma sopan santun, norma hukum dan norma moral.
  • Norma Sopan Santun, norma ini disebut juga sebagai norma etiket, yaitu norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah manusia, misalnya sikap duduk, makan dan minum, berpakaian, dan sebagainya. 
  • Norma Hukum,  yaitu norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Morma ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.

Jadi secara singkat dapat disimpulkan bahwa :
  • Nilai adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek, bukan objek itu sendiri
  • Norma adalah aturan tingkah laku yang ideal
  • Moral adalah integritas dan martabat pribadi manusia
  • Etika memiliki makna suatu pemikiran yang kritis dan mendasar mengenai ajaran dan pandangan moral

  5.  Hubungan Etika, Moral, Nilai, dan Norma

Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan norma dan etika. Dalam pengertian inilah maka kita memasuki wilayah norma sebagai penutup sikap dan tingkah laku manusia. Sedangkan hubungan moral dengan etika sangat erat sekali dan kadangkala kedua hal tersebut di samakan begitu saja. Namun sebenarnya kedua hal tersebut memiliki perbedaan. Moral merupakan suatu ajaran-ajaran ataupun wewenang-wewenang, patokan-patokan, kumpulan peraturan, baik lisan maupun tertulis tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar menjadi manusia yang baik. Sedangkan Etika tidak berwenang menentukan apa yang boleh atau tidak boleh di lakukan oleh seseorang.







Sumber : https://susianty.wordpress.com/2010/09/26/hubungan-antara-etika-moralitas-dan-norma/
https://rizkynovianis.wordpress.com/2012/11/10/hubungan-etika-norma-moral-dalam-kaitannya-dengan-kehidupan-berbangsa-dan-bernegara-ditinjau-dari-implementasi-sila-sila/

Sabtu, 09 Mei 2015

Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat. Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.

Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
  • Pengendalian diri
  • Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility) 
  • Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi 
  • Menciptakan persaingan yang sehat 
  • Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan” 
  • Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) 
  • Mampu menyatakan yang benar itu benar 
  • Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah 
  • Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama 
  • Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati 
  • Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.

Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu 
  • Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
  • Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
  • Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

Secara umum, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia, dan prinsip-prinsip ini sangat erat terkait dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat.

Sonny Keraf (1998) menjelaskan, bahwa prinsip etika bisnis sebagai berikut;
  1. Prinsip otonomi; adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
  2. Prinsip kejujuran. Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan. 
  3. Prinsip keadilan; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. 
  5. Prinsip integritas moral; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.  
Etika bisnis penting diketahui dalam menjalani kegiatan bisnis yang sudah meluas saat ini. Oleh karena itu, etika bisnis haruslah direalisasikan.

Referensi :

Minggu, 12 April 2015

Etika Harus Dipandang Penting dalam Masyarakat

Assalamualaikum wr. wb,
Sebelumnya terima kasih telah mengunjungi blog saya karena ini pertama kalinya saya post tulisan saya di blog.
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas 'Etika Harus Dipandang Penting dalam Masyarakat'. Sebenarnya apa sih etika? Mengapa Etika itu dianggap penting? Mungkin itu pertanyaan yang muncul dari kebanyakan orang ketika membaca blog ini. Baiklah saya akan mencoba mengulasnya lebih dalam.
Etika  berasal dari bahasa Yunani Kuno:ethikos", yang berarti "timbul dari kebiasaan". Etika adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.
Namun, secara umum etika bisa dianggap sebagai  suatu batasan yang menilai tentang baik salah atau benar dan baik atau buruk suatu tindakan. Etika mengatur hubungan atau pergaulan dalam bermasyarakat. Dengan tidak adanya etika, maka kita akan dianggap orang tidak tahu tata kramah. Mungkin belum terlambat bagi kita untuk memperbaiki etika kita dalam bermasyarat. Oleh karena itu, Etika itu penting dalam masyarakat. Dalam etika, kita harus tahu bagaimana saat yang tepat untuk menggunakannya. Contohnya seperti :


1. Berbahasa yang baik dan benar
    Dalam hal ini, berbahasa yang baik dan benar sangat diperlukan agar lawan bicara                   mengerti dan santai saat bicara dengan kita sehingga kita bisa lebih mengenal lawan               bicara kita.

2. Berbicaralah sesuai dengan siapa yang diajak bicara
    Berbicara harus sesuaia dengan lawan bicara kita misalnya orang yang lebih tua atau               atasan kita. Kita harus lebih menghormati dan menjaga tutur kata kita saat berbicara             sehingga kita pun dihormati dan dihargai sebagai lawan bicara. Begitu pula saat kita               berbicara dengan orang yang sebaya atau lebih muda dari kita.

3. Berpakaian yang sopan dan rapi
    Terkadang kita suka bingung ketika saat menentukan pakaian yang akan digunakan. Oleh     karena itu, berpakaian juga harus disesuaikan dengan keadaan kita, misalnya saat                   bekerja, kita harus mengenakan seragam kerja.

4. Etika dalam makan dan minum
    Makan dan minum merupakan kebutuhan sehari-hari yang semestinya harus dipenuhi          agar manusia dapat melanjutkan hidup. Etika dalam makan dan minum pun banyak kita      jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya makan dan minum harus do'a terlebih            dahulu agar makanan dan minuman yang kita cerna dapat bermanfaat bagi tubuh kita.

Kesimpulan :

Etika harus dianggap penting dalam bermasyarakat dengan cara bersikap sopan santun, ramah tamah, saling menghargai dan saling menghormati satu sama lain. Sebab perkataan, perbuatan dan tingkah laku kita mencerminkan etika kita dalam kehidupan masyarakat.

Baiklah itu pemaparan saya mengenai Etika harus dipandang penting dalam masyarakat.

Jika ada salah kata dalam penulisan blog ini, saya mohon maaf karena tidak ada manusia yang sempurna.
Semoga Bermanfaat. :)

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
https://henipujiarti.wordpress.com/2011/11/09/pentingnya-etika-dalam-pergaulan-masyarakat/